berjalanlah manusia itu tanpa alas kaki diatas jalanan panas akibat sengatan terik mentari, mengikuti bisikan gaib yang disampaikan angin, menuruti suara hati...menempuh medan terjal, curam dan berliku,,bertemankan peluh disekujur tubuh...mencari gerangan yang telah membuat jiwa gelisah tak menentu, mencoba membuat sayap tuk terbang melintasi dimensi,,menghunus pedang untuk menghukum siapa saja yang merintangi...
tapi raga bukanlah besi, luka yang tak diobati kan membusuk dan membawa mati...bicaralah!!!, katakan mimpimu walau tak ada sekeping hati untuk sang hina dina ini...binasakanlah bayangmu detik ini, datanglah kau padaku memakai mahkota rindu...
tepat disaat seperti ini 1825 hari yg lalu, kita bercengkrama dan bercanda...masih kuingat nada merajukmu karna waktu x aku telat menelfonmu, tak ada firasat atau pertanda bahwa itulah saat terakhir aku mendengar suaramu...slamat jalan, kau selalu hidup didalam hatiku dan sese x dtg ke alam mimpi tuk menyampaikan pesan bahwa esok masih ada mentari...jangan sia-siakan reguk nafas ini (janjiku, itu pasti!)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar